Minggu, 01 Juni 2008

Pengagguran

Pengagguran Di Kota Lhokseumawe Capai 16,891 Jiwa

Laporan : Taufik

LHOKSEUMAWE : Angka pengangguran di Kota Lhokseumawe capai 16,891 jiwa atau 15,66 persen dari jumlah penduduk 179,784 jiwa. Tahun lalu, angka pengangguran di kota itu hanya mencapai 13 ribu jiwa, karena itu peningkatan angka pengangguran di Lhokseumawe capai 20 persen.

Rusdi Ma’ruf, Kepala Bidang Ketenagakerjaan di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe, kepada Wartawan menjelaskan, bertambahnya angka pengangguran disebabkan oleh banyaknya tenaga kerja yang di PHK. Selain itu, banyaknya NGO yang telah meninggalkan Aceh, karena tugas Rehab dan Rekon yang dilaksanakan telah selesai.

Untuk menekan angka pengangguran yang ada, kata dia pemerintah harus berani mendatangkan para investor untuk berinvestasi di Aceh. Dengan cara membangun berbagai industri dan membuka berbagai lapangan kerja lainnya. “Jumlah angka pengangguran sebanyak 16,891 jiwa, itu merupakan hasil survey dinas Sosial dan Tenaga Kerja Lhokseumawe tahun 2007,” kata Rusdi Mas’ruf.

Kata dia, jumlah angkatan kerja yang ada sekarang ini mencapai 107,835 jiwa atau 59,90 persen dari jumlah penduduk. Sementara jumlah penduduk tingkat pendidikan yang bekerja di Kota Lhokseumawe sebanyak 90,944 jiwa atau 84,34 persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja sebanyak 71,949 jiwa atau 66,72 persen dari jumlah penduduk. Sementara jumlah lapangan kerja yang tersedia, Wiraswasta 22,864 jiwa, perdagangan 17,673 jiwa dan yang paling banyak penduduk Lhokseumawe bekerja di bidang lain-lain. Sementara di bidang industri hanya sebanyak 863 jiwa.

Dan jumlah penduduk Kota Lhokseumawe yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 6,740 jiwa. “Jumlah ini jangan disalah artikan. Artinya, PNS yang tinggal di wilayah Kota Lhokseumawe bisa jadi bekerja di Kabupaten Aceh Utara dan Bireun, namun dia merupakan warga kita. Sementara jumlah Pegawai Negeri Sipil yang bekerjad di Pemko Lhokseumawe hanya sebanyak tiga ribuan saja. Ini perlu dicermati, agar tidak terjadi kesalahpahaman,” pintanya.

Untuk menekan angka penggguran yang ada, dinas terkait pernah melaksanakan pelatihan tenaga kerja di bidang teknikal skill pada tahun 2006, sebanyak 300-an tenaga kerja dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri melalui PJTKI pada tahun 2007, sebanyak 200-an orang,” demikian Rusdi Ma’ruf.

Tidak ada komentar: