Rabu, 18 Juni 2008

PNPM

PNPM Langkah Tepat Tingkatkan Ekonomi Kaum Ibu

Laporan : Taufik


PANTEU BREUH, Aceh Utara :
Program yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, di Kabupaten Aceh Utara merupakan langkah tepat dan strategis ditengah himpitan ekonomi masyarakat pedesaan yang kian ngiris. Ini merupakan embrio baru disektor mikro ekonomi, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi kaum ibu.

Proses lahirnya SPP ini juga sangat selektif, diawali dengan musyawarah kaum perempuan ditingkat desa, Verifikasi kelayakan usaha secara factual oleh Team UPK Kecamatan, dan perangkingan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD) tingkat Kecamatan yang di fasilitasi oleh BKAD.

Sehingga kredit yang dikucurkan kepada kelompok Usaha Perempuan sangat selektif dan tepat sasaran. Sampai dengan Mei 2008, kolektibilitas Pinjaman yang dikucurkan oleh PNPM Mandiri Kabupaten Aceh Utara mencapai 100 persen. Ini merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa.

Jumlah Peminjam yang tel;ah dikucurkan PNPM mencapai 2.983 orang pada tahun 2007 dan oustanding pinjaman Rp.2.980.442.500. “Kami yakin Kelompok SPP ini akan menjadi salah satu lembaga keuangan mikro terbesar dan terkuat di Kabupaten Aceh Utara,” tegas Nurman (foto).

Seraya menambahkan, “Karena itu, diharapkan, pemerintah Kabupaten Aceh Utara harus cepat tanggap, sehingga adanya keterpaduan antar sector ekonomi, bak Gayung Bersambut,” Ucap pemerhati masalah ekonomi gampong itu.

Menurut Nurman, Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP), merupakan tulang punggung ekonomi keluarga, bak sebuah pesawat terbang, tat kala mesin utama macet di udara, mesin cadangan harus berfungsi menjadi mesin utama. Demikian juga dalam sebuah keluarga, aktif di salah satu bidang ekonomi, di sisi yang lain isteri juga produktif dengan industri rumah tangga atau usaha mikro lainnya. Sehingga income keluarga menjadi meningkat, karena factor saling dukung.

Program SPP ini akan berjalan sesuai dengan harapan, apabila Pemerintah Kabupaten bersama DPRK Aceh Utara dapat bersinergi dengan fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan kabupaten Aceh Utara. “Ekonomi harus berfungsi secara terpadu,” demikian Nurman A Mukmin, pemerhati perekonomian gampong.

Tidak ada komentar: