LHOKSEUMAWE : Delapan puluh persen sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Utara, tidak memiliki sarana pendukung. Akibatnya, mutu pendidikan di kabupaten itu rendah.
Sarana pendukung yang dimaksudkan yakni laboratorium, perpustakaan, dan alat-alat praktek kejuruan. ”Laporan yang saya terima dari beberapa kepala sekolah yang berhasil saya jumpai, umumnya mereka mengeluhkan minimnya fasilitas sekolah seperti laboratorium, perpustakaan dan alat-alat praktek untuk sekolah kejuruan. Sesuai dengan data yang berhasil saya kumpulkan, sekolah yang memiliki sarana lengkap di Aceh Utara, hanya 20 persen,” kata Syafruddin Budiman, Anggota DPR Aceh, beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, beberapa sara penunjang yang telah disebutkan di atas, merupakan alat pendukung untuk meningkatkan mutu pendidikan di era globalisasi. Dengan tidak adanya sarana pendukung tersebut, genarasi suatu bangsa tidak akan sanggup bersaing dengan daerah lain. ”Tanpa adanya sarana pendukung, mustahil kita mampu meraih mutu dan kemampuan siswa sesuai target,” ucapnya, saat mengunjungi beberapa sekolah di Aceh Utara bagian timur.
Seraya bertanya, ”Coba anda bayangkan, bagaimana kita akan mengetahui hasil praktek, kalau kita tidak memiliki alat praktek.”
Karena itu, Syarifuddin Budiman, kepada Dinas Pendidikan NAD, melalui dinas Pendidikan Aceh Utara, meminta untuk segera menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan para siswa, baik itu untuk tingka SD, SMP, maupun untuk tingkat SMA. Itu semua, demi kemajuan generasi yang akan datang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar