Laporan : Taufik
SEUNUDDON, Aceh Utara : Pasca bencana gempa dan tsunami, Kuala Jambo Aye dangkal. Akibatnya, 300-an nelayan tradisional pukat langga mengeluh, karena tidak bisa mendaratkan ikan tangkapannya di TPI Teupin Kuyuen, Kecamatan Seunuddon,
“Sekarang kedalamannya hanya satu meter. Dengan begitu, kami para nelayan di Kecamatan Seunuddon, tidak bisa mendaratkan ikan tangkapan di TPI
Kata Nurdin, biaya yang harus dikeluarkan para nelayan untuk mencapai Kuala Idi dan Kuala Langsa membutuhkan 500 liter minyak. “Biasanya kalau kita melaut itu menghabiskan waktu selama
Apabila pendaratan ikan dapat dilakukan di TPI Teupin Kuyuen, Seunuddon, maka pendapatan masyarakat di
Hal itu juga disampaikan M. Yunus, 40, salah seorang nelayan di Desa Ulee Rubeik Timu, Kecamatan Seunuddon, kata dia, akibat dangkalnya Kuala Jambo Aye, pendapatan masyarakat nelayan berkurang, karena biaya operasional yang dikeluarkan setiap hari cukup besar.
“Biaya yang kita keluarkan setiap hari mencapai Rp150 ribu, sementara rizki yang kita dapatkan di laut tidak tentu. Karena itu kepada Pemerintah Aceh Utara, kami masyarakat nelayan sangat mengharapkan perhatiannya, dan kami mohon pengerukan Kuala Jambo Aye dapat disegerakan,” pinta M. Yunus
Sementara itu, Azhari Hasan, SH, Kabag Humas Aceh Utara, saat dihubungi Wartawan, Selasa (17/6) via telepon meminta para nelayan untuk segera membuat laporan tentang dangkalnya Kuala Jambo Aye, dan dengan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar