Peringati Hari Narkoba Internasional
1,60 Ton Ganja Kering Dibakar
Laporan : Taufik
SYANTALIRA BAYU, Aceh Utara : Senin (30/6), sekitar pukul 09.30, di lapangan bola kaki Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, diperingati hari narkoba internasional. Dalam kegiatan itu, sebanyak 1,60 ton ganja kering hasil sitaan polisi dari Mapolres Persiapan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, tahun 2008 dibakar.
AKBP Yossi Muhammartha, Kapolres Persiapan Aceh Utara mengatakan, jumlah ganja yang dimusnahkan dalam kegiatan peringatan hari narkona internasional sebanyak 1 ton ditambah 500 batang ganja kering, yang berhasil disita pihaknya selama tahun 2008.
“Rata-rata ganja kering yang kita musnahkan hari itu, hasil sitaan pihak kepolisian dari Mapolres Aceh Utara, saat menggelar swiping di beberapa titik. Ada yang dari Kecamatan Baktya, Lhoksukon dan dibeberapa kecamatan lainnya,” ucap Yossi Muhammartha.
Untuk mengatasi maraknya terjadi penanaman ganja di Aceh Utara, polisi akan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah. Upaya itu dilakukan untuk mengalihkan lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk penanaman ganja ke lahan penananaman beberapa jenis tanaman yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Mudah-mudahan pada tahun 2011, penanaman ganja dapat dibasmi di Aceh Utara. Begitu juga dengan beberapa kabupaten/kota lainnya di Aceh,” demikian AKBP Yossi Muhartha.
Sementara itu, Kompol Imet Chaieruddin, Wakapolres Kota Lhokseumawe di lokasi yang sama kepada Wartawan mengatakan, ganja kering yang dimusnahkan dalam kegiatan peringatan hari narkoba internasional yang bersumber dari Mapolres Kota Lhokseumawe sebanyak 60 kilogram. Namun beberapa waktu lalu, pihaknya dari Polres Kota Lhokseumawe berhasil memusnahkan ladang ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, seluas 25 hektar.
“60 Kg ganja kering itu hasil sitaan pihak kita dalam kurun waktu enam bulan terakhir. sementara ladang ganja yang luasnya 25 hektar telah berhasil kita musnahkan, tapi sayangnya, dalam kegiatan tersebut kita tidak menemukan tersangka,” ucap Imet.
Kata Imet, untuk membasmi penanaman ganja di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, membutuhkan dukungan masyarakat, karena tanpa itu, polisi tidak akan sanggup membasmi tanaman yang memabukkan tersebut. “Selama ini, kita dari Polres Lhokseumawe juga berhasil menemukan sejumlah sabu-sabu, tapi dominannya ganja,” tambahnya.
Ilyas A Hamid, Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh DRS. Iskandar Nasri, MM, Asisten tiga Setdakab Aceh Utara dalam sambutannya mengatakan, masyarakat yang telah terkontaminasi dengan berbagai jenis narkoba di Indonesia sedikitnya sebanyak 3,5 juta jiwa. Dan masih banyak lagi yang tidak tercatat. “Untuk itu harus segera diantisipasi dengan cepat, karena jumlah pengguna narkoba di Indonesia bagaikan gunus es. Untuk mengatasi persoalan itu, semua pihak harus dilibatkan seperti Pemda, Aparat Hukum, Alim ‘Ulama, dan Ormas,”urai Iskandar Nasri.
Tema yang diambil dalam peringatan hari narkona internasional kali ini yaitu ‘Apakah Narkoba Mampu Mengendalikan Hidup Mu’. Usai membacakan sambutannya dalam upacara tersebut, Iskandar kepada wartawan mengatakan, pihaknya segera mengalihkan fungsi lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk penanaman ganja ke lahan yang lebih bermanfaat dengan cara memberikan bantuan usaha kepada masyarakat.
Dalam upacara peringatan hari narkona internasional di Lapangan Bola Kaki Kecamatan Syamtalira Bayu, hadir, Ketua DPRK Aceh Utara Abu Saifuddin Ilyas, Kajari Lhoksukon, Kasat Reskrim Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, beberapa kepala dinas dan Muspida Aceh Utara lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar