34 Siswa SMP Simpang Kramat Keracunan Makanan
Tiga Orang Diamankan
Laporan : Taufik
SIMPANG KRAMAT,
Eliati,
“Karena sakit, kita mengizinkan mereka untuk beristirahat sebentar, tapi tidak berapa lama kemudian, datang seorang siswa melaporkan, ada puluhan siswa sedang muntah-muntah di perkarangan sekolah. Dan setelah kita cek, ternyata benar, karena itu kita langsung mengantisipasi kejadian tersebut, dengan cara membawa mereka ke RSUD Cut Mutia,” jelas Eliati yang berhasil ditemui Wartawan di Rumah Sakit setempat.
21 dari 34 siswa yang mengalami keracunan makanan itu yakni Nurfadilah, Jamiati, Ikhwana, Sriwahyuni, Eliani, Musrsadilah, Musliana, Mauliana, Cut Mustaniza, Rahmawati, Rahmita, Fakriah, Nurul Afni, Afridawati, Muslim, Saifullah, dan M. Sadikin, Nursidah, Eni Sahara, Nurlela, dan Murdani. Sementara 13 siswa lainnya, hanya mengalami pusing.
Melihat siswa yang sakit cukup banyak, tambah Eliati, pihaknya langsung mencari mobil ambulance dari Puskesmas kecamatan itu, ditambah beberapa mobil angkutan pedesaan. “Kami tidak tahu, apakah mereka itu keracunan atau tidak. Tapi yang pasti, para siswa sakit setelah mengkonsumsi jajanan Somay, yang dijual diperkarangan sekolah. Menurut keterangan beberapa siswa, jajanan Somay itu sudah setiap hari mereka makan, tapi tidak apa-apa, hari ini entah kenapa,” ucap Eliati.
Penjelasan sama juga disampaikan Drs. M. Jamil, M.Kes, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran
Sampai di RSUD Cut Mutia, para siswa langsung diberikan pertolongan pertama. Mereka semua dibaringkan di ranjang tidur di ruang
Dr. Hamdani Oesman, Kepala Rumah Saki Umum Daerah (RSUD) Cut Mutia Lhokseumawe kepada Wartawan, Selasa (10/6) mengatakan, informasi yang diterima pihaknya, kemungkinan besar, para siswa SMP N I Simpang Kramat menderita keracunan makanan, karena rasa sakit itu timbul setelah memakan jajanan Somay di sekolah. Ciri-ciri
Begitupun, tambah Hamdani, kejadian itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Dan diperkirakan, setelah mendapatkan tambahan cairan, para siswa sembuh dari rasa sakit. “jarang sekali, kejadian yang seperti ini berakibat fatal. Mudah-mudahan, setelah mendapatkan tambahan cairan, para siswa pulih kembali,” ucapnya.
Ilyas A Hamid, Bupati Aceh Utara melalui Kabag Humas Azhari Hasan, SH, mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap korban dugaan keracunan makanan dengan cara membawa mereka ke RS. Terkait dugaan keracunanan makanan, pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium dari Banda Aceh. “Kita tidak bisa memfonis, kalau para siswa sakit akibat keracunan makanan. Untuk itu, kita harus tunggu halsil pemeriksaan lab dari Banda Aceh,” ujarnya.
Tiga Orang Diamankan Polisi
Sementara itu, AKBP Zulkifli, Kapolres Kota Lhokseumawe melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Purnama Kertapati, S.Ik, mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya terhadap pedagang Somay, Ibrahim M Adam, 43, warga Desa Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe yaitu, di dalam gerobak Somay ditemukan botol saus cabai bermerek Dena. Setelah diselidiki, ternyata saus tersebut sudah kadaluarsa.
Menjawab polisi, Ibrahim mengaku, saus cabai itu dibeli di salah satu toko di Keude Cunda, Muara Dua. Karena itu, polisi meminta Ibrahim untuk mengantarkan pihaknya ke toko dimaksud, sampai di Keude Cunda, pedagang Somay langsung membawa polisi masuk ke toko Brico Jaya. Setelah digeledah, di dalam toko itu, polisi berhasil menemukan 21 botol saus kadaluarsa dengan merek yang sama. “Masa berlaku saus yang ditemukan berfariasi yakni tahun 1993, 1997, 2005 dan 2007,” ucap Ricky.
Karena itu, untuk penyelidikan lebih lanjut, H. Yusuf, 45, bersama anaknya Safrizal, 30, (pemilik toko) dan penjual Somay, telah diamankan Polisi di Mapolres


Tidak ada komentar:
Posting Komentar