Kemarau Landa 11 Desa
Laporan : Taufik
TaNAH PASIR, Aceh Utara : 11 Desa Dalam wilayah Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, dalam tiga bulan terakhir dilanda kamarau. Akibatnya, pendapatan penduduk di bidang pertanian sawah menurun drastis karena tidak bisa bercocok tanam padi.
Ke 11 desa itu yakni, Keutapang, Meunasah Kumbang, Cangguk, Prie, Pande, Paloh, Blang, Mee Matang Panyang, Alue, Meunasah Tanoh dan Meureubok. Dengan jumlah areal lebih kurang seluas 500 hektar. “Karena rata-rata mata pencaharian warga di bidang pertanian sawah, maka dengan terjadinya krisis air, maka kegiatan itu tidak bisa dilaksanakan dan selama ini terpaksa menganggur,” ucap Burhanuddin, tokoh masyarakat kecamatan setempat.
Mantan Geuchik Cangguk ini mengakui, kehidupan ratusan petani di daerah itu semakin terjepit. Begitu pun, puluhan petani masih bertahan menggarap sawah yang kering untuk ditanami, jenis tanaman palawija dan kacang-kacangan. “Tapi sebahagian besar petani kita membiarkan tanahnya terlantar. Karena mereka berpikir pekerjaan itu akan sia-sia,” tambahnya.
Kondisi lahan persawahan selama tiga bulan krisis air telah mengakibatkan tanah lahan persawahan merekah (crah beukah-red). Menurut keterangan beberapa warga yang berhasil ditemui Wartawan mengatakan, krisis air terjadi setelah bendungan daerah irigasi Krueng Pase kiri dan daerah irigasi Krueng Pase Kanan jebol beberapa bulan lalu. Dan menurut warga, ke dua bendungan tersebut merupakan tumpuan harapan masyarakat petani sebahagian besar Aceh Utara.
Dahlan Jailani, 50, salah seorang tokoh masyarakat lainnya mengatakan, “Memang ada yang bersikeras memaksakan diri tetap turun ke sawah sambil menanti turunnya hujan. Dan ada juga yang mencoba bercocok tanam kedelai, dengan menanggung resiko besar. Akan tetapi jumlah mereka hanya sekitar belasan orang, “ jelasnya.
Dia berharap, Pemkab Aceh Utara, segera melakukan upaya penyelamatan terhadap meningkatnya angka pengangguran, dampak dari kekeringan tersebut. Sebelumnya Ir. Mawardi, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Aceh Utara, menyatakan pembangunan bendungan darurat dikawasan irigasi Krueng Pasee Kiri dan Krueng Pasee Kanan, akan segera rampung dikerjakan Oktober mendatang. Bendungan itu ditargetkan selesai pada musim tanam rendengan tahun ini, sehingga petani dapat langsung turun ke sawah untuk melakukan kegiatan bercocok tanam.
Proses penyelesaian pembangunan sarana pertanian sementara ini hampir selesai dikerjakan, dimana seluruh anggaran bersumber dari Pemerintah Aceh. Sementara mengenai pembangunan secara permanen sedang diupayakan melalui Departemen pusat di Jakarta, dengan target anggaran mencapai Rp70 Milyar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar