Kamis, 12 Juni 2008


Mobil Pengusaha Kilang Padi Dibobol Maling, Rp37 Juta Ludes

Taufik

LHOKSEUMAWE : Mobil jenis Taruna BK 1187 GP, milik H. Hasanuddin, pengusaha kilang padi dari Desa Rayeuk, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara dibobol maling. Uang tunai senilai Rp37 juta ludes dibawa kabur, Kamis (12/6).

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan, Kamis (12/6), H. Hasanuddin, waktu itu, baru saja selesai melakukan penarikan uang senilai Rp27 juta di Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Lhokseumawe. Selanjutnya, uang sebanyak itu digabungkan dengan uang yang dibawa dari rumah senilai Rp10 juta. Kemudian uang sebanyak Rp37 juta itu dimasukkan dalam kantong plastik dan ditempatkan di atas jok depan mobil.

“Waktu itu, mobil saya parkir di Simpang Lestari. Kemudian saya masuk ke salah satu warung kopi. Sekitar 15 menit, saya kembali ke mobil, tapi saya terkejut, alarm mobil saya tidak bunyi lagi. Merasa ada yang aneh, saya buru-buru memeriksa mobil, ternyata uang senilai Rp37 juta tadi telah hilang,” cerita H. Hasanuddin, di Mapolres Kota Lhokseumawe, usai membuat laporan pengaduan kasus kemalingan tersebut.

Sementara itu, Surian Bahri, 28, tukang parkir di kawasan Simpang Lestari, kota Lhokseumawe, saat ditemui terpisah mengaku melihat sebuah mobil Escudo warna hitam merapat di sisi mobil Taruna BK 1187 GP, beberapa menit setelah pemilik mobil Taruna itu turun dari kendaraannya. “Selain mobil Escudo, ada sepeda motor Satria yang diboncengi oleh dua pria. Dua pria itu sempat meminta uang tukar pecahan seribuan pada saya,” kata Surian.

Surian juga menjelaskan ciri-ciri dua pria yang menggunakan sepeda motor Satria itu yakni memakai kaos ketat, jaket warna hitam, rambut cepak, badan tegab, dan berbicara dengan bahasa Indonesia cepat. “Setelah merapat ke mobil Taruna, ke dua pria tadi berangkat,” ucapnya.

Sebelumnya, H. Hasanuddin, mengaku dirinya ada yang membututi saat melakukan penarikan uang di BNI, “Saya sempat melihat satu unit mobil Escudo warna hitam parkir dengan kondisi mesin hidup, tapi waktu itu saya tidak menaruh curiga,” ucapnya.

Kata Hasanuddin, uang sebanyak Rp27 juta yang ditarik dari BNI itu, merupakan uang untuk membayar beras jatah rakyat miskin pada perum Bulog. Dia merupakan kepercayaan camat Meurah Mulia, sebagai penyalur Raskin di kecamatan tersebut. “Mungkin saya dipercaya karena memiliki kilang padi,” ujarnya.

AKBP Zulkifli, Kapolres Kota Lhoskeumawe, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Purnama Kertapati, S.Ik, mengatakan, pihaknya sedang memburu pelaku pembobol mobil milik Hasanuddin. “Kita sudah meminta keterangan korban dan saksi mata. Diperkirakan pelaku pembobol mobil sekitar empat orang. Ciri-cirinya sudah terindikasi, kemungkinan ‘pemain lama,” jelas Ricky.

Tidak ada komentar: