Taufik
SEUNUDDON,
Amir Yusuf, 38, salah seorang warga Desa Ulee Rubeik Timu, yang juga korban dalam peristiwa kebakaran itu, kepada Wartawan, Kamis (12/6) via telepon mengatakan, para korban kebakaran tidak sempat menyelamatkan apa pun dalam peristiwa itu, kecuali baju yang melekat di tubuhnya masing-masing.
Amir mengatakan, rumah pertama yang menjadi korban kebakaran itu yakni milik Ramlah, 65. Menurut kabar, kata Amir, sumber api berasal dari konsleting listrik, yang kemudian menjalar hingga menghanguskan 17 Rumah toko lainnya, ditambah satu unit balai pengajian desa setempat.
Dia juga mengatakan, masyarakat merasa kualahan untuk memadamkan api, karena tidak memiliki sumber air terdekat dari lokasi kejadian. Sementara bantuan pemadam kebakaran yang datang dari Lhokseumawe terlambat, sampai di lokasi kejadian pada pukul 07.00. “Saat mereka datang, api telah berhasil menghanguskan 19 bangunan. Karena itu, kita berharap kepada Pemda Aceh Utara, untuk menyediakan dua unit mobil pemadan untuk wilayah tengah
Jumlah kepala keluarga yang menjadi korban dalam peristiwa itu sebanyak 19, masing-masing, Ramlah, 65, Abdullah, 36, Rusli Abdullah, 36,k Ibrahim, 55, H. Salam, 70, M. Yahya, 80, M. Yunus Ishak, 60, Ahmad Ganto, 60, H. Abdullah, 65, Amir Yusuf, 38 (dua toko), M. Yasin, 85.
Selanjutnya, Raimah Abu Bakar, 75, (dua toko), Mahmud, 65, Ahmad Puteh, 45, Nurmala, 55, dan Adi Deh, 40, di tambah satu unit balai pengajian. “Untuk malam ini, masyarakat musibah akan menginap di beberapa rumah bantuan NGO yang belum selesai dibangun, dan sampai sekarang ini, masyarakat terus saja menangis, karena banyak harta yang telah menjadi korban dalam peristiwa tersebut. jumlah Ruko yang tersisa sebanyak 30 unit,” ucap Amir.
Drs. M. Jamil,
“Karena itu, kita dari pemerintah kecamatan sedang mempersiapkan ADM untuk menyediakan beberapa keperluan masyarakat korban kebakaran seperti mempersiapkan dapur umum dan beberapa jenis makanan. Peristiwa ini telah kita laporkan ke Pemerintah daerah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar