Laporan : Taufik
PAYA BAKONG,
AKP Ian Rizkian, Komandan Kompi 04 Brimob Jelikat kepada wartawan mengatakan, dari empat unit bom rakitan itu, hanya dua unit yang diledakkan, sementara dua unit lainnya tidak dimungkinkan untuk dilakukan disposal, karena lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga. Karena itu, ke dua unit bom tersebut ditanam dan dibubuhkan bahan kimia.
“Dua unit kita ledakkan, sementara dua unit lagi kita tanam dan kita kasih bahan kimia. Dengan begitu bom itu nantinya akan musnah,” jelas AKP Ian Rizkian, didampingi Ipda.
Kata dia, ke empat unit bom tersebut memiliki berat mencapai tiga ton lebih, dengan daya ledak rendah (low explosive), radius 100 meter. Begitu pun, kata Ian, kepada masyarakat diharapkan untuk tidak mengusik benda tersebut, karena tidak tertutup kemungkinan akan beresiko tinggi (mematikan). “Kepada masyarakat, kita berharap, jika menemukan benda aneh seperti itu jangan dimain-mainkan, karena jika meledak resikonya mematikan,” pinta Ian.
Seraya menambahkan, “Baiknya, bagi masyarakat yang kebetulan menemukan bom rakitan, untuk segera melaporkan kepada pihak keamanan terdekat, seperti
Menjawab wartawan, Ian Rizkian mengatakan, bom rakitan sisa konflik masih banyak bertebarang di Kabupaten
Sebelumnya, Selasa (22/4), sekitar pukul 22.00, salah satu bom rakitan serupa di Desa
Kejadian itu berawal, ketika enam
“Kami melihat ada beberapa potong besi menjulang ke badan jalan, karena itu kami sepakat untuk menggali besi tersebut, namun baru beberapa saat melakukan penggalian, benda itu meledak,” kata Muhtar, 27, salah seorang korban ledakan bom tersebut yang terkena dibagian dada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar