Kamis, 12 Juni 2008

Bom

Tiga Ton Bom Diledakkan


Laporan : Taufik


PAYA BAKONG, Aceh Utara : Empat unit bom rakitan sisa konflik yang ditanam di pinggir jalan Desa Alue Bai, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, berhasil diledakkan (disposal) oleh 13 personel Tim Jibom Brimob Kompi 04 Jelikat, Kamis (12/6), sekitar pukul 10.10.


AKP Ian Rizkian, Komandan Kompi 04 Brimob Jelikat kepada wartawan mengatakan, dari empat unit bom rakitan itu, hanya dua unit yang diledakkan, sementara dua unit lainnya tidak dimungkinkan untuk dilakukan disposal, karena lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga. Karena itu, ke dua unit bom tersebut ditanam dan dibubuhkan bahan kimia.


“Dua unit kita ledakkan, sementara dua unit lagi kita tanam dan kita kasih bahan kimia. Dengan begitu bom itu nantinya akan musnah,” jelas AKP Ian Rizkian, didampingi Ipda. Usman, Wadanki 04 Brimob Jelikat.


Kata dia, ke empat unit bom tersebut memiliki berat mencapai tiga ton lebih, dengan daya ledak rendah (low explosive), radius 100 meter. Begitu pun, kata Ian, kepada masyarakat diharapkan untuk tidak mengusik benda tersebut, karena tidak tertutup kemungkinan akan beresiko tinggi (mematikan). “Kepada masyarakat, kita berharap, jika menemukan benda aneh seperti itu jangan dimain-mainkan, karena jika meledak resikonya mematikan,” pinta Ian.


Seraya menambahkan, “Baiknya, bagi masyarakat yang kebetulan menemukan bom rakitan, untuk segera melaporkan kepada pihak keamanan terdekat, seperti Polsek dan Koramil. Dengan begitu, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan disposal.”

Menjawab wartawan, Ian Rizkian mengatakan, bom rakitan sisa konflik masih banyak bertebarang di Kabupaten Aceh Utara. Karena itu, masyarakat diharapkan harus hati-hati.


Sebelumnya, Selasa (22/4), sekitar pukul 22.00, salah satu bom rakitan serupa di Desa Alue Bai, Paya Bakong telah memakan korban enam warga desa itu. Meskipun tidak memakan korban jiwa, namun ke enam warga tersebut mengalami luka serius.


Kejadian itu berawal, ketika enam orang warga Desa Lueng yang berprofesi sebagai pencari besi tua hendak mengambil sejumlah besi yang tertanam di samping parit jalan Desa Alue Bai berbatasan dengan Desa Tektek, Kecamatan Paya Bakong. Melihat sumber rizki tersebut mereka kompak untuk menggali besi tersebut.


“Kami melihat ada beberapa potong besi menjulang ke badan jalan, karena itu kami sepakat untuk menggali besi tersebut, namun baru beberapa saat melakukan penggalian, benda itu meledak,” kata Muhtar, 27, salah seorang korban ledakan bom tersebut yang terkena dibagian dada.

Tidak ada komentar: