Setiap Pagi, Semua Pelajar Wajib Baca Al-Qur’an
Laporan Taufik
LHOKSEUMAWE : Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Aceh Utara, pada awal tahun 2008 ini, mewajibkan setiap pelajar dari seluruh tingkatan sekolah yang ada di Aceh Utara untuk membaca Al-Qur’an selama setengah jam sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
Hal itu dilaksanakan untuk memohon petunjuk dari Allah agar terhindar dari perbuatan dan perkataan yang tak terpuji. “Program ini disambut positif oleh pihak dewan dan kita sudah komitmen, program ini akan kita jalankan setelah pengesahan anggaran tahun 2008,” kata M. Jamil, M.Kes, kepala Dinas pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara.
Direncanakan, para pelajar harus mampu mengkhatam Al-Qur’an menjelang bulan Desember mendatang. Dengan menbaca ayat-ayat suci Al-Qur’an pihaknya berharap, para pelajar akan lebih mudah dalam menyerap materi pelajaran yang didapatkan dari sekolah. Sehingga mutu pendidikan di Aceh Utara akan dapat diperbaiki. Hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun lalu, Kabupaten Aceh Utara mendapatkan peringkat ke lima dari bawah.
Selain itu, M. Jamil juga mengatakan, pihaknya akan menyediakan waktu khusus untuk pelajaran akidah dan akhlak sebagai muatan lokal. Dua pelajaran tersebut diharapkan pihaknya mampu menekan angka kerusakan moral para pelajar selama ini yang disebabkan oleh pengaruh glolisasi elektronik dan narkoba. “Saya yakin, dengan adanya dua pelajaran tersebut akan ada signifikannya. Dua mata pelajaran itu akan kita laksanakan setiap hari Sabtu,”katanya.
Cara lain untuk meningkatkan mutu pendidikan Aceh Utara, kata dia, pihaknya telah menyiapkan satu paket khusus yakni, para guru dari setiap sekolah akan diikutsertakan dalam seminar kompetensi guru, para pematerinya akan dihadirkan dari Unsyiah, Malaysia dan dari lembaga evaluasi pendidikan nasional. Setelah itu, setiap guru yang telah mengikuti seminar tersebut wajib melaksanakan pendalaman materi kepada masing-masing anak didiknya. “Di sini kita akan melihat, apakah soal yang diberikan untuk para pelajar terlalu tinggi atau memang kemampuan si anak yang rendah dan hasilnya nanti akan kita laksanakan remedial (pemulihan),” jelasnya.
Jumlah tenaga pengajar dari jalur pegawai negeri sipil (PNS) lebih kurang mencapai 6000 orang dan dari tenaga honorer sebanyak 9000 orang dan semua guru yang ditugaskan di masing-masing sekolah telah sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki oleh guru masing-masing dan jumlah guru sebanyak itu telah mencapai target sesuai dengan yang dibutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar