Sarana Jalan, Jembatan Dan Irigasi Tuntutan Rakyat Aceh Utara 2008
Laporan : Taufik
ACEH UTARA : Dominan, rakyat Kabupaten Aceh Utara, lewat Yang ada di tingkat kecamatan di hampir seluruh kabupaten itu, meminta kepada pemerintah, untuk segera membangun sarana jalan, jembatan dan irigasi. Karena tiga kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.
Aidi Habibi, 30, tokoh masyarakat Keude Simpang Jalan, Kabupaten Aceh Utara, mengatakan, masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Seunuddon, pada tahun 2008 ini, menuntut Pemerintah Aceh Utara, untuk segera membangun sarana jalan, irigasi dan lapangan kecamatan.
“Sarana irigasi yang ada sekarang ini belum mampu mensuplai air untuk seluruh areal persawahan yang ada. Dan saluran irigasi yang digunakan selama ini terputus sampai di Keude Simpang Jalan. Sehingga, masyarakat petani padi yang berada di Desa paya Dua setiap tahun mengalami kekurangan cadangan air. Panjang saluran tambahan yang dibutuhkan kira-kira tiga kilometer lagi,” jelas Aidi.
Kemudian, hingga kini, masyarakat petani padi yang tinggal di tiga desa yakni; Desa Simpang Empat, Alue Capli dan Desa Cot Patisah, Kecamatan Seunuddon, masih mengandalkan sawah tadah hujan dan hanya mampu bercocok tanam satu kali dalam setahun.
“Kondisi seperti ini, telah dialami oleh para petani di sana selama bertahun-tahun. Sama-sama kita ketahui, dulu Kecamatan Seunuddon pernah menjadi lumbung beras Aceh. Kebutuhan saluran tambahan ini kira-kira empat kilometer. Selanjutnya, saluran irigasi juga dibutuhkan oleh masyarakat Desa Matang Karieng dan Matang Lada,” tambah Aidi Habibi.
Selain itu, sarana jalan untuk pengaspalan yang dimulai dari Desa Matang Jelikat hingga Desa Sagoe. Selanjutnya, jalan dari Desa Keude Simpang Jalan hingga Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara. “Kami juga butuh lapangan kecamatan, karena hingga kini kita belum punya itu. Inilah, beberapa tuntutan kami tahun ini, yang harus dikabulkan oleh pemerintah, karena itu merupakan kebutuhan dasar kami di sini dan kami mohon kepada pemerintah untuk tidak dipenuhi,” demikian Aidi Habibi.
Tuntutan sama juga disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Lhoksukon. Di sana hampir seluruh sarana jalan mengalami rusak parah, contohnya sarana jalan yang dimulai dari Gampong Meunasah Dayah hingga Keude Matang Kuli, kira-kira memiliki panjang enam kilometer. Selain itu, mereka juga meminta perhatian pemerintah untuk membangun saluran irigasi.
“Masyarakat akan sangat berterimakasih, jika tuntutan ini dipenuhi pemerintah di tingkat II Aceh Utara, itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat petani di pedesaan dalam Kecamatan Lhoksukon dan selama ini, tuntutan itu belum sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah,” kata Junaidi salah seorang warga kecamatan itu..
“Pembangunan yang kita lihat selama ini, belum memiliki tiga hal di atas, contohnya pembangunan sarana jalan, baru tiga bulan dibangun sudah ditumbuhi rumput dan rusak. Saya pikir, model pembanguan seperti ini, hanya akan meperlambat proses pembangunan ke depan, karena model pembangunan ini akan terus berjalan di tempat. Dan kepada pemerintah, saya berharap, harus benar-benar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat pedesaan”. Ujarnya. (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar