Senin, 12 Mei 2008

Atasi Krisis Pangan

Atasi Krisis Pangan, Masyarakat Aceh Utara Tanam Kedelai

Laporan : Taufik

TANAH LUAS, Aceh Utara : Jebolnya bendungan daerah irigasi Krueng Pasee Kiri dan Pasee Kanan, Kamis (24/4) lalu, telah mengancam terjadinya krisis pangan di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Untuk itu masyarakat dan pemerintah sepakat untuk menanami tanaman palawija jenis kedelai.

Penanaman perdana dilaksanakan di Desa Ujong Baroeh, Kecamatan Tanah Luas, kabupaten setempat, dengan luas areal mencapai 42 hektar, dengan jumlah petani sebanyak 150 orang. Penanaman kedelai ini bernaung di bawah Kelompok Tani Raseuki Bak Poe.

“Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami masyarakat Tanah Luas dalam bidang penanaman kedelai. Karena itu, kami sangat membutuhkan bimbingan dan arahan pihak dinas terkait, agar tanaman kedelai yang akan kita tanam tidak sia-sia. Selain itu, kami juga membutuhkan tambahan handtraktor, semprot, pupuk dan obat-obatan, untuk percepatan penanaman kedelai,” pinta Mansyur, 50, salah seorang tokoh masyarakat Gampong Ujong Baroeh.

Khusus untuk Kecamatan Tanah Luas, luas lahan yang telah terealisasi sebanyak 160,25 hektar di tujuh desa yakni Desa Serba Jaman 32,5 Ha, Buket Makrti 35 Ha, Teungoeh B 15,75 Ha, Punti SB 20 Ha, Alue Gampong 10 Ha, Ujong Baroeh 37 Ha, dan Desa Trieng 10 Ha.

“Bantuan yang kita berikan hanya dalam bentuk benih, sementara obat-obatan, pupuk dan lain sebagainya tanggungjawab para petani. Setiap satu hektar tanah kita berikan 40 Kg benih kedelai,” kata Ir. M. Abbas, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara, Senin (12/5).

Selain di Kecamatan Tanah Luas, realisasi penanaman bibit kedelai juga telah dilaksanakan untuk 17 kecamatan lainnya, dengan luas areal mencapai 1.280,75 Ha yang tersebar di 62 desa/kelompok tani yaitu Kecamatan tanah Luas, Syamtalira A, Tanah Pasir, Banda Baroe, Dewantara, Meurah Mulia, Lhoksukon, Cot Girek, Samudera, Paya Bakong, Kuta Makmur, Pirak Timu, Sawang, Nibong, Seunuddon, Baktya dan Kecamatan Baktya Barat.

“Sebenarnya ini merupakan program Pemerintah Pusat melalui Departemen Pertanian, dalam rangka percepatan peningkatan produksi kedelai. Di Aceh Utara, program ini dilaksanakan juga untuk mengatasi terjadinya krisis pangan akibat jebolnya tanggul daerah irigasi Krueng Pasee Kiri dan Kanan pada, Kamis (24/4) lalu,” jelas Ir. M. Abbas.

Benih kedelai yang dibagikan untuk para petani tersebut bersumber dari APBN dengan rincian, CBN 1.000 Ha, BLBU 2.000 Ha, UPSUS 2.000 Ha, APBN Murni 1.000 Ha dan Kemitraan 2.000 Ha. Penyaluran benih ini berlangsung dalam tiga tahap yang dimulai sejak Maret hingga November 2008 mendatang.

Terkait dengan tuntutan masyarakat petani di Desa Ujong Baroeh, Kecamatan Tanah Luas, Ilyas A Hamid, Bupati Aceh Utara mengatakan, pihaknya akan menampung semua permintaan masyarakatnya, asalkan para petani di sana mampu memenuhi permintaan pemerintah yakni bibit kedelai yang akan ditanam itu harus berhasil mencadapai 80 persen.

“Jika penanaman kedelai tahap pertama ini berhasil dilaksanakan para petani, saya akan memberikan dan meluluskan setiap permintaan masyarakat, minimal mencapai 80 persen, dan ini janji saya. Kalau ini berhasil, saya juga akan mendirikan satu unit Koperasi simpan pinjam untuk masyarakat petani di Tanah Luas, yang hasilnya nanti akan dikelola oleh para petani itu sendiri, dan kami juga akan mengupayakan bantuan lewat perbankan untuk masyarakat petani di seluruh kecamatan di Aceh Utara. Ini semua akan kita wujudkan jika program ini berhasil kita kerjakan dengan baik,” demikian Bupati Aceh Utara. (***).

Tidak ada komentar: