Selasa, 13 Mei 2008

Investor


Investor Lokal Tanam Saham Di Aceh Utara Rp60 M

Laporan : Taufik

NISAM ANTARA, Aceh Utara : Ilyas A Hamid, Bupati Aceh Utara, tinjau kebun kelapa Perkebunan itu dibangun untuk menekan angka kemiskinan yang semakin hari semakin meningkat.

Bibit sawit yang telah disemai berjumlah 120 ribu bantang, yang akan ditanam di atas areal seluas 14 ribu hektar. Dengan rincian lahan, perkebunan sawit revitalisasi 4700 hektar, selebihnya lahan perkebunan inti rakyat. Setiap hektar lahan direncakana akan ditanami pohon sawit 146 batang. sawit di Dusun Krueng Tuan, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Anatara, Aceh Utara.

“Mudah-mudahan program ini dapat menekan angka kemiskinan yang makin hari makin meningkat di Aceh Utara. Program ini sama sekali tidak mengeruk APBK Aceh Utara, semua biaya untuk kebutuhan program bersumber dari PT. Teupin Blang Raya dan Perkebunan Dunia Perdana, dengan jumlah dana mencapai Rp60 miliar, ” kata Ilyas A Hamid, yang didampingi Tengku. Kamaluddin Direktur PKS PT. Teupin Blang Raya.

Kata dia, lahan perkebunan seluas itu akan dikelola oleh 750 jiwa petani, yang berasal dari penduduk kecamatan setempat. Terkait status lahan sawit sekarang ini telah menjadi Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Operasional (HGO). PKS yang akan dibangun nantinya berkapasitas pengolahan 40 ton sawit per jam, dan jika pabrik telah dalam normal diperkirakan pabrik mampu berproduksi mencapai 90 ton per jam.

Abdul Manan, Ketua Komisi B di DPRK Aceh Utara, yang bergabung dalam kunjungan tersebut membenarkan seperti apa yang telah disampaikan bupati beberapa waktu lalu. Penanaman kebun kelapa sawit ini direncanakan untuk menekan angka kemiskinan dan untuk membatasi terjadinya illegal logging. Dan program ini dilaksanakan juga untuk mendukung program moratorium logging yang dicanangkan gubernur.

“Lahan perkebunan sawit ini dibuka untuk menghentikan terjadinya illegal logging dan menekan angka kemiskinan. Nah, masyarakat yang selama ini bermata pencaharian di bidang perkayuan, sudah tidak akan melakukannya lagi, karena mereka telah memiliki matapencaharian yang baru,” ucapnya, yang diamini Muhammad, Sjkretaris Komisi B.

Tidak ada komentar: