Jumat, 01 Agustus 2008

PLN


PLN, Penyebab Kekalahan Niken

Taufik

LHOKSEUMAWE : Sejumlah warga mengaku, penyebab kekalahan Niken di Kontes Dangdut KDI-5 TPI, akibat di sejumlah kabupaten/kota di Aceh terjadi pemadaman arus listrik. Akibatnya, kontestan andalan Nanggroe Aceh Darussalam itu gagal menuju babak grand final Dangdut KDI 5 TPI itu.

“Begitu mendengar paparan ayah Niken, bahwa di Aceh terjadi pemadaman arus listrik di sejumlah kabupaten/kota seperti di Pidie, Pantai Selatan Aceh, Idi, dan Kota Banda Aceh, membuat kami kecewa terhadap pelayanan PLN yang tidak becus. Harusnya, PLN Aceh mendukung konstentas kita itu, karena dengan hadirnya Niken di layar kaca TPI, sedikitnya telah mengharumkan nama provinsi kita ini,” sebut Erwin, 25, warga Kota Lhokseumawe, yang pada malam itu dia mengaku sempat mengirinkan puluhan SMS.

Pengakuan sama juga disampai Armiadi, kata dia, seharusnya PLN mengambil kesempatan itu sebagai ajang untuk mengirimkan putri Aceh itu bersaing di dunia blantika musik dangdut nasional. “Kita ingin membuktikan kepada public, bahwa orang Aceh juga bisa. Tapi kesempatan disia-siakan oleh PLN,” cetusnya sedikit geram.

Hal itu juga disampaikan Taufiq, 29, warga Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara. Kata dia, pada malam itu, Sabtu (26/7), sangat mengharapkan Niken bisa lolos ke babak grand final dan dia mengaku sempat menghabiskan puluhan SMS untuk mendukung putri Aceh itu. “Giliran Niken masuk Gerand final mati lampu, dulu waktu Adi ikut KDI SMS diblokir, apa putra-putri Aceh tidak dibolehkan untuk bersaing ditingkat nasional. Takut kali ya,” tutur pemuda geureudong Pase itu sedikit marah.

Kedongkolan itu juga disampaikan Aidi Habibi, 30, warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Seharusnya, PLN bijaksana dalam bekerja. “PLN benar-benar membuat kami kecewa. Padahal, tampilnya Niken di KDI 5 TPI sebagai alat pemersatu,” ucapnya.

Surya, Humas PLN Lhokseumawe yang dihubungi Wartawan via telepon Senin (28/7) sekitar pukul 18.50, tidak berhasil.

Sementara itu, Rahmat YD, sebagai Tim beumeunang Niken Club, mengatakan, perjuangan duta Aceh “Niken” gadis berusia 18 tahun ini akhirnya harus terhenti pada penampilan di episode 23 yang berlangsung di Teater Tanah Airku TMII, Sabtu malam. Sampai akhir penutupan polling SMS, Niken meraih 19.33 % suara sehingga membuatnya harus terjemput di Kontes Dangdut Indonesia -5 (KDI) Jakarta. berkat dukungan seluruh elemen masyarakat Aceh dan rakyat seantero tanah air, duta Aceh peroleh juara faforit KDI-5 TPI.

Atas keberhasilan yang dicapai Niken, Beumenang Niken Club (BNC) menghaturkan terimaksih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah di Kabupaten/Kota dalam jajaran pemerintahan Aceh, kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh, dan kepada seluruh rakyat setanah air, yang selama ini telah ikut berpartisifasi mendukung Duta Aceh di KDI-5 hingga mencapai Juara Faforit

Permohonan ucapan terimakasih kepada pendukung duta Aceh itu disampaikan Koordinator Beumenang Niken Club (BNC) Yogi Gunawan di dampingi Ketua BNC H.Armia Ibrahim kepada wartawan di Lhokseumawe (28/7)

Yogi Gunawan mengatakan, selama Niken memperjuangkan keharuman Aceh di tingkat Nasional melalui KDI dibekali dukungan dari seluruh elemen masyarakat Aceh,”Dukungan yang diberikan masyarakat Aceh kepada Niken sangat besar, tanpa dukungan masyarakat melalui SMS, duta Aceh tidak akan sampai ke empat besar dan menjadi juara fafotit KDI-5,”Kata Yogi Gunawan

Menurut Yogi, Atas kesuksesan tersebut meski tidak menjadi yang terbaik diantara kontestan KDI, bantuan dan dukungan masyarakat telah terbukti, Niken bertahan hingga empat besar, untuk sekali lagi kita pantas dan wajib berterimaksih kepada seluruh elemen yang membantu menyukseskan duta Aceh dan disela-sela kesuksesan Niken, BNC juga menghaturkan mohon maaf kepada seluruh pendukung, bila dalam perjalanan Niken di KDI-5 tidak dapat memuaskan hati semua pihak.

Tidak ada komentar: