Kontraktor Nakal Tinggalkan Pembangunan Rumah BRR
TAufik
LHOKSEUMAWE : Pembangunan 502 unit rumah bantuan untuk korban tsunami dari BRR Regional II Lhokseumawe terlantar akibat ditinggalkan kontraktor nakal. Akibatnya, BRR mengalami kerugian mencapai Rp32,6 miliar.
Sejumlah rumah tersebut tersebar di Kabupaten Bireun dan Kabupaten Pidie. Karena itu, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Regional II Lhokseumawe, kini tidak segan-segan menindak tegas para pelaksana pembangunan rumah batuan yang nakal. Tidak hanya itu, 454 unit rumah bantuan lainnya juga dinyatakan tidak layak huni dengan anggaran mencapai Rp29,5 miliar.
Oya Akbar, Kepala Layanan Umum dan Informasi BRR Regional II Lhokseumawe, Senin (28/7) mengatakan, sejumlah kontraktor yang menagani pembangunan rumah dimaksud telah di backlist dari sejumlah proyek tersebut.
Kata Oya, rata-rata rumah bantuan itu bertype-36 plus dengan anggaran mencapai Rp65 juta per unit, dengan jumlah total anggaran mencapai Rp32,6 miliar. Begitupun, sejumlah rumah terbengkalai tersebut telah mulai dikerjakan kembali.
Langkah itu diambil, agar masyarakat tsunami di dua daerah itu dapat secepatnya tinggal di rumah yang baru. Sementara pihak rekanan, yang bermasalah tadi, tetap ditindak sesuai prosedur yang berlaku.
Namun demikian, sebut Dia, pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah perusahaan yang sudah di backlist. Bahkan, sudah pernah diumumkan di BRR Pusat di Banda Aceh. Termasuk juga, disejumlah Wilayah Aceh dan Nias, tetap dilarang berpartisipasi dalam kegiatan yang diprogramkan oleh BRR.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar