Taufik
LHOKSUKON, Aceh Utara : Amir Hamzah, 21, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek, warga Meunasah Asan, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dinyatakan hilang sejak 14 hari lalu atau tepatnya, Selasa (15/7). Dan, Minggu (27/7), sekitar pukul 10.00, seorang petani kacang panjang menemukan manyat Amir di sebuah hutan dalam kondisi terpotong-potong.
Usman, Petani
Mendapat informasi tersebut, Kepala Desa Buket Sentang, bersama masyarakatnya berangkat Ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), Minggu (27/8) sekitar pukul 13.00. Sampai di TKP, selain menemukan tengkorak, warga juga menemukan sesosok mayat dalam kondisi terpotong-potong dan kondisi mayat sudah mulai membusuk.
Temuan tersebut, akhirnya dilaporkan kepihak berwajib. Dan sekarang ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. “
Warga Desa Buket Linteung, mengetahui itu mayatnya Amir Hamzah, sesuai dengan data yang tertulis di Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya korban pembunuhan itu. Mendapat alamat tersebut, warga Desa Buket Sentang mengirim kabar penemuan mayat ke Meunasah Asan, Lhoksukon.
Mendapat informasi tersebut, Umi Kalsum, 34, ibu
“Anak saya telah menghilang sejak dua minggu lalu. Terakhir saya melihat Amir berangkat dari rumah saat dijemput kawannya. Dia sempat pamit sama saya, katanya ada perlu. Sejak saat itulah dia tidak pernah pulang lagi. Karena tidak pernah pulang, saya jadi khawatir, karena sebelumnnya anak saya itu tidak pernah menginap di tempat lain,” cerita ibu korban kepada wartawan.
Saat berangkat dari rumah, kata Umi, Amir hamzah mengenakan sandal baru, celana pramuka, dan ikat pinggang. “Terusterang saya sangat terpukul, saat menemukan anak saya sudah tidak
AKBP Yosi Muhammarta, Kapolres
Kata polisi, saat ditemukan, mayat korban telah membusuk, dan saat ditemukan korban memakai celana jeans, baju kaus, jaket hitam, dan sandal kulit. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menemukan ke dua tangan korban.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar