Gajah Liar Obrak Abrik Tanaman Warga
Laporan : Taufik
PAYA BAKONG, Aceh Utara : Sedikitnya, empat ekor gajah liar yang berkeliaran di Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, telah mengobrak-abrik tanaman warga. Kejadian itu telah berlangsung dalam sepekan terakhir.
Saiful Bahri A, Koordinator Selamatkan Isi Alam Flora dan Fauna (SILFA) Wilayah I kepada Wartawan, menyebutkan, empat ekor gajah yang berkeliaran di dua kecamatan itu telah meresahkan warga petani. Sepekan terakhir, gajah-gajah itu telah menghancurkan puluhan hektar tanaman sawit, pinang, pisang, coklat dan beberapa jenis tanaman lainnya.
“Kedatangan gajah liar ke kecamatan itu telah menakutkan para petani kebun. Karena itu, dalam seminggu terakhir, mereka sudah tidak berani ke ladang. Banyak tanaman warga di sana yang telah dimangsa Poe Meurah,” sebut Saiful Bahri A.
Dari empat ekor gajah liar itu, satu ekor bermain di kebun para petani Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, sementara tiga ekor lainnya berada di perkebunan petani Desa Alue Mbang, Kecamatan Kuta Makmur. Kata Saiful, jika tidak segera diantisipasi, diperkirakan, sejumlah tanaman petani akan habis dimangsa binatang berbadan besar itu. Dan dikhatirkan akan jatuh korban jiwa.
“Sebaiknya, pemerintah Aceh Utara segera mengambil sikap, karena jika tidak, para petani akan mengalami banyak kerugian. Tidak tertutup kemungkinan akan jatuh korban jiwa. Lebih baik bertindak cepat dari pada menyesal dikemudian hari,” ucap Saiful. Seraya menambahkan, pihaknya telah capek dan hampir bosan menyampaikan hal itu kepada dinas terkait, karena tidak pernah digubris.
Sementara itu, Nasruddin, 45, salah seorang petani kebun di Kecamatan Paya bakong membernarkan komentar Saiful Bahri. Kata dia, para petani kebun sekarang ini ketakutan dan untuk sementara waktu mereka tidak berani ke kebun, karena takut dengan binatang berbadan besar itu.
“Kami para petani meminta kepada pihak dinas terkait untuk segera mengusir gajah liar itu, agar kami para petani tidak kehilangan matapencaharian. Dan perlu dikatahui, bertani merupakan satu-satunya profesi kami, karena itu jangan biarkan kami menjadi pengangguran. Kasihan anak istri kami,” pinta Nasruddin.
Kata Nasruddin, hingga kini, Poe Meurah masih terus melakukan pengrusakan lahan pertanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar